Tagged: itb Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Salman Kan 4:18 am on November 23, 2011 Permalink | Reply
    Tags: alumni ITB, itb, masalah bangsa   

    Alumni ITB dan Perusahaan Asing 

    Tepat kemarin malam saya berkumpul dengan beberapa teman dekat. Kami mengobrol macam-macam, dari mulai obrolan mengenai Sea Games yang masih hangat untuk dibicarakan, masalah bisnis, hingga masalah-masalah di Indonesia.
    Masalah yang tidak habis dibicarakan adalah permasalahan bangsa, yang hingga 2 jam obrolan kami berjalan, belum juga selesai. Terlalu banyak masalah di Indonesia yang membuat kami prihatin dan cukup geram. Poin yang paling sering kami bahas adalah mengenai penggadaian bangsa terhadap bangsa lain yang istilah tersebut sudah sering saya dengar. Memang saya akui banyak data yang kami bicarakan tidak bisa begitu kami pertanggung jawaban. Kami menganalisa hanya berdasarkan apa yang kami lihat, rasakan, dan baca. Wajarlah begitu, daripada tidak peduli sama sekali.
    Di tengah perbincangan, kami membahas sumber daya alam dan kekayaan bangsa lainnya yang lebih banyak dimanfaatkan untuk kepentingan suatu pihak dan asing daripada kepentingan internal bangsa. Dan tak bisa saya tolak ketika mereka menuduh saya dan kawan-kawan yang merupakan alumni ITB itu banyak yang “bodoh” juga, karena mau saja bekerja untuk perusahaan asing daripada membangun bangsa dari dalam. Terus terang saya sedih akan hal ini. Ini hal yang saya tidak suka dan tidak bisa saya tampik, karena memang demikian adanya. Bahkan saya banyak dapat cerita mengenai posisi-posisi strategis perusahaan asing yang dipegang oleh alumni ITB.
    Saya bilang saja kalo saya bekerja untuk perusahaan yang bukan asing dan saya ada kecenderungan untuk berwirausaha walaupun kontribusi saya belum begitu terlihat sekarang. Tapi teman-teman ITB saya memang banyak yang demikian, karena mungkin motivasi utama kebanyakan adalah untuk pemenuhan kebutuhan finansial pribadi. #laluhening.

     
  • Salman Kan 2:36 am on March 17, 2010 Permalink | Reply
    Tags: itb, kemanan informasi, steganografi, tes IQ   

    Tes Kemampuan Anda 

    1). pertanyaan pertama:
    Bapak – ibu dosen ITB pergi ke ITB untuk bekerja, mahasiswa – mahasiswi ITB jurusan informatika pergi ke ITB untuk…..
    a. tidak ada jawaban yang benar
    b. kuliah
    c. belajar demi masa depan
    d. berinovasi

    2). peristiwa 1: Pembunuhan yang dilakukan oleh oknum polisi itu terjadi pada tanggal 23 maret 2010.
    peristiwa 2: Demo besar – besaran terjadi pada hari selasa, 2 maret 2010.

    pernyataan Budi pada hari senin, 15 maret 2010: “Benar, konser musik itu akan berlangsung besok lusa”.

    apa yang menjadi persamaan dari ketiga pernyataan di atas:
    a. sama – sama bercerita tentang peristiwa
    b. Agus
    c. Hari
    d. Budi
    e. Sama – sama tidak berhubungan.

    3). “Here = di sana”, “there = di sini”.
    “this = itu”, “that = …”

    a. itu
    b. ini
    c. siapa
    d. tidak ada jawaban yang tepat

    4. Pada rangkaian berikut ini, mana yang tidak termasuk ke dalam rangkaian? Q, P, O, N, X, M
    a. Q
    b. M
    c. X
    d. P

    5. Apakah yang selanjutnya pada rangkaian berikut ini? 1, A, 6, B, 4, C, 9, D
    a. 10
    b. E
    c. 5
    d. 7

    6. 186.000 mil per detik adalah:
    a. kecepatan cahaya
    b. hukum kekekalan energi
    c. kecepatan pesawat abad 22
    d. angka yang cukup aneh

    7). penulisan imbuhan yang sesuai dengan kaidah bahasa indonesia masa kini adalah:
    a. kuliah hari ini di batalkan
    b. kuliah hari ini dbatalkan
    c. kuliah hari ini dibatalkan
    d. kuliah hari ini batal

    8). Dua bilangan memiliki jumlah 80. Jika angka yang satu lebih kecil 5 dari angka yang lainnya, maka angka yang terbesar adalah:
    a. 40
    b. 42,5
    c. 45
    d. 80

    [end]

    Silahkan tulis jawaban Anda (terserah mau di mana juga). Minggu depan hasil akan saya berikan kunci jawabannya. 😉

    catatan: Saya bisa menebak pesan yang tersembunyi di balik tes – tes di atas. Anyone?

     
  • Salman Kan 5:54 am on January 27, 2010 Permalink | Reply
    Tags: Dosen, Gedung Oktagon, itb, kuliah, MKDU   

    Kuliah Pertama MPD 

    MPD = Manajemen Potensi Diri.

    Itu kuliah seperti apa sih? Apakah paket A?

    Heran sekali saya tadi. Telat datang kuliah hanya satu-dua menit saja, ehh.. langsung kehabisan tempat duduk di kelas gedung Oktagon. Tadi kuliah pertama mata kuliah MPD tersebut. Tapi tempat duduk dengan kapasitas sekitar 200 orang, Oktagon 9019 (CMIW) terisi penuh, bahkan tangga undakan kelas pun diisi, dan bahkan masih banyak yang belum masuk di luar ruangan kelas tersebut. Sungguh heran saya.

    Yaa.. memang begitu ya nasib kuliah MKDU, penuh sesak. Tapi saya masih agak heran, kenapa bisa sebanyak itu pada kuliah ini. Jika kuliah MKDU dengan dosen Pak Chairil sih saya mungkin tidak begitu heran, terbukti paket A (hehe). Yaah, mudah – mudahan benar ini kuliah paket A, semoga saya tidak salah pilih, amiin.

     
    • Ega Dioni Putri 12:20 am on January 29, 2010 Permalink | Reply

      hanya mengingatkan: bukan paket A dan banyak nilai ajaib.

      • salman.m 3:17 am on January 29, 2010 Permalink | Reply

        ahh serius Ga? ada rekomendasi kuliah MKDU lain? hehe

    • Ega Dioni Putri 1:48 pm on January 30, 2010 Permalink | Reply

      Wah banyak, tapi nggak ada yang jaminan paket A 😀
      Pak Chairil sih katanya paket A, tapi belakangan dia selalu bilang nggak ngejamin nilai A lagi karena udah ditegur sama ‘orang atas’. At least, klo mo refreshing bisa ambil kelas beliau atau kelasnya pak Asep Wawan. Ngakak abis dah.

    • Prana A 11:29 am on January 31, 2010 Permalink | Reply

      bukan paket A man klo dosen yg itu, awa bukti hidup 😀

  • Salman Kan 12:09 am on December 26, 2007 Permalink | Reply
    Tags: acara besar, itb   

    Pameran Seni PSB 

    Di ITB kemarin, sabtu 22 Desember diadakan acara empat tahunan sekali, yaitu PSB atau yang lebih singkatanya disebut “Pameran Seni dan Budaya”. Acara ini memang rutin diadakan empat tahunan oleh KM ITB . Saya kemarin semangat sekali untuk datang karena penasaran dengan acara tersebut, masalahnya empat tahun sekali sih! Saya pernah menyesal karena setahun yang lalu di ITB diadakan acara pasar seni, dan saya tidak datang, padahal menurut sumber temen-temen yang terpercaya, cara itu luar biasa rame, dan acara itu adalah acara empat tahunan, malah utuk selanjutnya akan diadakan lima tahun sekali mulai dari sekarang. Sumpah nyesel banget! Udah keburu bawa anak atuh kalo nunggu lima tahun lagi.

    PSB saya datang agak siang, saya mengira akan sangat meriah seperti desas-desus pasar seni, tetapi keliatannya kurang nih, masih lebih rame OHU (red: Open house unit ITB). Saat itu temen saya bilang kalo pasar seni jauh lebih rame dibandingkan ini (semakin menyesal). Acaranya hanya sekitar kampus Center (peraturan ITB yang baru yang hanya mengizinkan acara tidak lebih dari sekitar kampus center), kurang menggigit sih, coba aja liat ke ITB bagian atas lagi, sepi!! ga keliatan suasana PSBnya. Berkeliling ke stand-stand kebudayaan yang kebanyakan sih dari unit kesenian di ITB, dan saya baru tahu kalo di Indonesia itu ada propinsi baru (maaf), seperti Kutai Barat, dll. Oh, ternyata udah nggak 27 propinsi lagi toh! Ada beberapa stand yang saya incar karena stand tersebut membagi-bagikan makanan daerah secara gratis, itu yang saya suka, gratisan!

    Di tengah stand-stand ada panggung yang dari tadi menyuguhkan tari-tarian daerah, banyak banget yang menonton walaupun hari itu siangnya lumayan panas. Keliatannya sih penari didatangkan langsung dari pusat kebudayaan daerah di TMII (ada tulisan di spanduknya), “mungkin” loh ya!. Berjalan ke kampus center bawah, ternyata disana ada pameran juga. Di sana di pamerkan alat-alat kesenian dari berbagai daerah, seperti senjata-senjata daerah, topeng untuk menari, alat musik, kain adat, dmb (dan masih banyak lagi). Di sini juga saya baru pertama kali melihat senjata daerah khas Jawa Barat, kujang (padahal saya orang Jawa Barat asli). Biasanya saya melihat gambar senjata ini pada karung semen (red: semen kujang), hahaha… Ternyata begini toh bentuknya!

    Saya bilang acara lumayan sukses, walaupun ada beberapa yang kurang. Tapi secara keseluruhan acara lancar, tidak terlihat ada hal yang mengganggu acara tersebut, semisal hujan. Saya salut banget sama panitia, bisa-bisanya nahan hujan yah! padahal ketika lepas siang, langit udah keliatan mendung, dijamin bubar lah kalo hujan turun. Tapi ternyata tidak, padahal di daerah Bandung Selatan saya dengar turun hujan.

    Begitulah gambaran PSB yang diadakan di kampus ITB. Berharap sih kalo warga Indonesia dapat mengenal kebudayaan bangsanya, melestarikannya, dll. Jangan sampai di-claim negara tetangga. Seharusnya hal-hal yang sudah-sudah, menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel