Updates from July, 2012 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Salman Kan 10:50 am on July 11, 2012 Permalink | Reply
    Tags: cipaganti, harga travel, primajasa, tips travel, travel bandara, travel bodong, xtrans   

    Info Perjalanan Bandara Soeta-Bandung 

    Akhir-akhir ini saya lagi sering jalan-jalan ke Bandar Udara Soekarno-Hatta (soeta). Ga enak jalan-jalan ke sana. Perjalanannya macet, lama, panas, dan semua hal serba mahal.

    Info aja, kemaren saya berpengalaman jam 6 pagi di Bandara untuk mengejar travel atau bis primasaja ke Bandung. Sesampainya di tempat pembelian tiket, ternyata semua masih belum buka jam segitu. Counter Cipaganti Travel, Xtrans Travel, dan bis Primajasa, semuanya baru buka pukul 07.30 ke atas.

    Jadi, jangan coba-coba ngejar ke Bandung jam 6 pagi dengan travel dari soeta. Tapi kalo ada yang sedang buru-buru, bisa saja pake taksi dari soeta ke terminal bis Jakarta-Bandung. Karena taksi dan bis dari terminal Jakarta ke Bandung itu mulai beroperasi hampir selalu 24 jam. Supir taksi biasanya nawarin harga Rp. 150 ribu sampai kita dapat kendaraan ke Bandung. Atau ada juga travel tidak resmi. Mobil APV berplat hitam disulap jadi mobil travel. Itu sebenernya cepet sampai ke Bandung, tapi si supir travel bodong ini baru mau pergi kaloa penumpang sudah berjumlah 4 orang. Si supir travel ini nawarin harga Rp. 135 ribu, atau Rp. 500 ribu jika ingin langsung berangkat.

    Yah, semoga infonya berguna.

     
    • Salman Kan 11:11 am on July 11, 2012 Permalink | Reply

      ada sih yang paling cepet, soeta-bandung. Pake pesawat aja, lalu minta ke pilotnya supaya diturunini di bandara husen sastranegara

  • Salman Kan 1:38 pm on April 7, 2012 Permalink | Reply
    Tags: lamaran mewah, pernikahan, pernikahan mewah   

    Menghadiri Acara Lamaran Mewah 

    Saya saat ini sedang menghadiri acara Lamaran sepupu laki-laki saya. Sepengalaman saya di keluarga besar, lamaran itu hanya keluarga saja yang hadir, tidak banyak-banyak rombongan yang datang maupun rombongan yang dilamar. Fyi, kami keluarga sunda.
    Tapi saat ini, banyak banget yang hadir. Di parkiran aja keliatan sampai 20 mobil terparkir, katering serius, danlive musik. Seru nih, udah level akad nikah atau level walimah ini mah.
    Yang gini-gini nih yang akan bikin galau orang-orang yang sedang menabung untuk menikah. Dalam pikiran kami, lamaran aja harus mewah, walau ditanggung pihak wanita. Apalagi acara akad dan walimahnya, harus jauh lebih mewah dari acara lamarannya lah ekspektasinya. : D

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • Salman Kan 4:50 pm on December 28, 2011 Permalink | Reply
    Tags: multitasking pada pria   

    Pria dan Multitasking 

    Entah mitos atau bukan yang mengatakan pria tidak bisa multitasking, dan wanitalah satu-satunya yang bisa melakukannya. Saya kurang setuju, karena alasannya kurang kuat bagi saya.
    Saya seorang pria yang sering melakukan antara lain: memasak sarapan, mencuci pakaian, menyapu lantai, dan mencuci motor dalam waktu bersamaan, dan semua beres dalam waktu kurang lebih 15 menit. Ditambah saya tetap kerja dengan komputer saya di lantai 2. Semua bisa saya lewati bersamaan, walau mungkin hasil pekerjaan akan lebih optimal jika dilakukan satu demi satu, tanpa pararel. Tapi kan baru mungkin.
    Sama halnya dengan kesibukan saya yang lainnya sekarang. Saya sebagai karyawan, tetap mengerjakan proyek sampingan, lalu menjadi ketua di 2 buah lembaga, lalu memimpin sebuah kepanitiaan. Memang diakui, terasa sekali beberapa hasil yang didapat di bawah harapan, tapi ini menunjukan ternyata pria bisa kok multitasking.
    Bisa jadi “bisa karena biasa dan akan makin bisa” ini saya dapat dari didikan di kuliah dulu di institut tugas banyak : D

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • Salman Kan 7:52 am on December 13, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Asana, project team management, redmine, software development, task management, teambox   

    Tool Untuk Task Management: Asana 

    Teambox dan Redmine adalah project management tool yang saya sudah cukup akrab dengan mereka. Keduanya merupakan tool yang baik untuk berkoordinasi dengan anggota tim dalam sebuah project. Tapi keterbatasan cukup berakibat pada tim saya. Redmine, project management tool yang simple tapi powerful, ternyata membutuhkan server untuk hosting. Sedangkan Teambox, walau cloud, masih dibatasi oleh maksimal 3 buah project. Sedangkan saya sedang menghadapi lebih dari 3 project : D
    Baru kemarin saya diperkenalkan oleh anggota tim sebuah task management tool, Asana. Dari user interface-nya saja sudah eye-catching. Dan ketika melihat ke dalam, ternyata sangat simple, mudah dimengerti. Dibandingkan dengan tools yang sebelumnya kami gunakan, Asana ini paling nyaman untuk digunakan.
    Dan satu catatan, Asana ini tidak khusus didedikasikan untuk software development project, tapi juga untuk holiday project ataupun arisan project pun pas untuk digunakan, karena sistem navigasinya cukup mudah bagi orang awam sekalipun. Itu menurut saya. Terlebih, saya paling suka dengan fitur comment, mirip Facebook, hehe.
    Sayangnya, untuk aplikasi mobile, Asana belum menyediakan untuk Blackberry.

    Tapi sebenarnya email atau google docs pun bisa kita optimalkan jika hanya sekadar koordinasi yang sederhana.

     
    • kanwil 8:01 am on December 13, 2011 Permalink | Reply

      kekurangan: mesti selalu online

      • Salman Kan 8:07 am on December 13, 2011 Permalink | Reply

        tim gw ada yang di jogja. Makanya online itu udah kewajiban

  • Salman Kan 9:01 am on April 5, 2010 Permalink | Reply
    Tags: MKAI, pengurus daerah mkai bandung, turba ppmkai   

    Catatan Dari Long Weekend Kemarin 

    Selamat bagi yang merayakan long weekend kemarin. Semoga hari Anda menyenangkan 😀
    Nampak – nampaknya hari paskah yang bertepatan dengan hari jumat, bukan saja merupakan kebahagiaan bagi umat nasrani, tetapi juga bagi yang tidak merayakannya. Hari jumat, sabtu, dan minggu libur. What a long weekend.. Kebetulan ppmkai dan pengurus daerah bandung timur memiliki agenda yang sama, yaitu mengunjungi majlis yang kurang terperhatikan, majlis pangalengan. Wow, dengar pangalengan, saya langsung antusias. Saya sebagai agen ganda, sebagai staf ppmkai (agak mangkir), dan juga sebagai staf pengurus daerah mkai bandung timur tidak menolak untuk ikut kunjungan tersebut. Teman – teman pengurus daerah melakukan kunjungan ke pelosok tersebut dengan menggunakan sepeda motor (motor), sedangkan ppmkai dengan mobil. Saya yang memang dasarnya manusia oportunis, memilih naik mobil saja karena membayangkan beratnya medan yang akan ditempuh di perjalanan. Nyamannya jadi penumpang mobil, bisa tidur..
    Sesampainya di daerah banjaran, sekitar 25 KM dari lokasi tujuan, kami sempat beristirahat. Nampak – nampaknya memang roda kehidupan itu berputar, salah satu pengurus daerah yang mengendarai motor Tiger, cedera kaki. Mau ga mau, saya sebagai orang yang bisa mengendarai motor berkopling ditunjuk untuk jadi pengendara motor. Selamat tinggal mobil…
    Medan jalan dari Banjaran ke Pangalengan lumayan nyaman, keadaan jalan relatif mulus, walaupun berkelok – kelok. lumayan juga nyetir Tiger belok – belok begitu dengan kecepatan tinggi (masa naek Tiger pelan2, kan malu ya.. :D). Alhamdulillah, sampai majlis pangalengan dengan selamat dan waktu hampir masuk waktu solat jumat. Seusai solat jumat, kami ppmkai dan pengurus daerah mengajak para “pribumi” untuk ramah-tamah, sharing, dan curhat. Alhamdulillah, mereka welcome sekali..
    Seusai acara tersebut sekitar jam 2, kami para turis foto – foto untuk kenang – kenangan. Lokasi majlis Pangalengan di kelilingi oleh kebun teh, layaknya di Swiss 😀 dan suasana mendukung sekali, kabut turun, suhu rendah, walaupun itu jam dua siang.
    Perjalanan dilanjutkan kembali, menuju majlis Pinggirsari di daerah Arjasari, Banjaran. Ketika di perjalanan, kami tergoda oleh danau di sepanjang jalan yang kami lewati. Kami para motoris secara spontan “mangkir” dari rombongan, belok ke pintu masuk danau wisata tersebut, namanya Situ Cileunca. Singkat kata, kami berfoto – foto, dan mendayung perahu dengan jarak yang jauh sekali. unforgetabble moment, i’m sure…
    Tiba di Pinggirsari bertepatan dengan adzan magribh, solatlah kita, dan lalu makanlah kita :D.
    Seusai makan, kami berpisah satu sama lainnnya, hendak kembali ke rumah masing – masing. Saya di sini kebingungan, akan berperan sebagai pengurus daerah atau ppmkai. kalau jadi pengurus daerah, agenda kunjungan sudah berakhir, bisa kembali ke rumah, namun kalau berperan sebagai ppmkai, saya harus ikut tur kunjungan ini hingga besok, dan dilanjutkan rapat di Parung, Bogor. Namun, ternyata fisik saya mengatakan bahwa saya harus pulang saja, kepala sakit dan perut mual (kata Kang Dien PPMKAI mah, saya mungkin hamil:D). Alhasil, saya pun pulang, namun dengan perasaan bersalah. Nggak enak juga sama ppmkai lainnya, saya mangkir gini, ga ikut lanjutan tur. Perasaan bersalah ini belum hilang hingga sekarang. Tapi, walaupun berakhir dengan perasaan bersalah yang tidak mengenakan ini, saya mendapatkan kesenangan di kunjungan kali ini. Yaa.. walaupun kesenangan kurang relevan dengan kunjungan pengurus mkai!

     
  • Salman Kan 2:44 am on March 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: media center mkai, MTA   

    Kesibukanku 

    Sudah sejak tahun lalu saya menjabat sebagai ketua media center MKAI Bandung raya. Tapi jujur, hingga beberapa bulan ke belakang belum ada hasil karya yang signifikan dari media center ini. Bahkan fungsi utama dari media center ini pun terkadang tidak berjalan semestinya. Ya.. Saya kurang fokus dalam mengemban amanat ini.
    Alhamdulillah, berangsur – angsur fungsi – fungsi media center kembali kepada sediakala dan program – program media center sudah mulai dieksekusi. Ada hal yang membuat saya amaze sekali, yaitu ketika seseorang teman mengajak saya membuat film “propaganda” untuk MTA dan disiarkan sebagai acara di Indonesian Service. Sungguh hal yang sangat baru, dan terus terang sebelumnya saya tidak berani mengambil langkah tersebut. Akan tetapi teman saya tersebut memang memiliki kemampuan di bidang tersebut dan memiliki pengalaman bekerja sama dengan pihak MTA. Jadi.. what the problem? (haha).
    Sungguh suatu kebetulan. Baru saja saya diminta dosen untuk membuat produk – produk multimedia, termasuk di dalamnya adalah sebuah film, ehh.. tidak lebih dari dua minggu kemudian datang kesempatan membuat film, untuk MTA pula.
    Kita lihat saja nanti bagaimana hasil karya media center MKAI untuk MTA. Jika sukses, mudah – mudahan MTA mau menyumbangkan atau meminjamkan lah satu buah kamera kepada media center MKAI. (*hopeful*).

     
  • Salman Kan 2:42 am on March 22, 2010 Permalink | Reply
    Tags: bekery, tangkuban parahu, tempat wisata   

    Seharian di Tangkuban Parahu Bersama Bekery 

    Anda tak kenal Gunung tangkuban parahu? Berarti Anda tidak tinggal di Indonesia :p
    Weekend kemarin adalah kali kedua saya datang ke tangkuban parahu. Yang pertama adalah saat masih SD, kunjungan wisata dari sekolah. Sunguh, ketika kemarin saya datang kembali ke gunung tersebut, saya baru menyadari kalau ternyata gunung itu sangat indah sekali, unik. Dengan mudah kita dapat mencapai puncak, hanya dengan menaiki mobil atau motor, hanya dengan 15 menit kita sudah sampai ke kawah gunung tersebut yang terbesar, Kawah Ratu. Bahkan ketika saya dalam perjalanan menuju puncak, berpapasan dengan oarng – orang yang naik sepeda hendak turun. Mereka datang ke tangkuban parahu hanya dengan sepeda saja, luar biasa! Akses ke tangkuban parahu memang mudah.
    Sungguh sangat indah sekali gunung tersebut, betah sekali saya di sana. Hari sabtu, bertepatan dengan weekend, kami para bekers, anggota Bekery menuju ke tangkuban parahu dengan menggunakan sebuah mobil daihatsu espass sewaan yang “steering with power” (haha). Sampai di sana, cuaca sangat memungkinkan sekali, karena baru saja diguyur hujan. Kabut sedikit – sedikit turun. Pokoknya sangat indah lah!! (hahaha). Tanpa datang ke sana, you won’t get the experience.
    Oke, sekitar 3-4 minggu kedepan, saya beserta teman – teman media center akan mengadakan syuting di sana.
    Next destination: Rinjani, Raja Ampat, Ranca Buaya, BALI! Tempat – tempat ini adalah rekomendasi dari sodaranya Babay salah satu anggota Bekery.

     
  • Salman Kan 12:09 am on December 26, 2007 Permalink | Reply
    Tags: acara besar,   

    Pameran Seni PSB 

    Di ITB kemarin, sabtu 22 Desember diadakan acara empat tahunan sekali, yaitu PSB atau yang lebih singkatanya disebut “Pameran Seni dan Budaya”. Acara ini memang rutin diadakan empat tahunan oleh KM ITB . Saya kemarin semangat sekali untuk datang karena penasaran dengan acara tersebut, masalahnya empat tahun sekali sih! Saya pernah menyesal karena setahun yang lalu di ITB diadakan acara pasar seni, dan saya tidak datang, padahal menurut sumber temen-temen yang terpercaya, cara itu luar biasa rame, dan acara itu adalah acara empat tahunan, malah utuk selanjutnya akan diadakan lima tahun sekali mulai dari sekarang. Sumpah nyesel banget! Udah keburu bawa anak atuh kalo nunggu lima tahun lagi.

    PSB saya datang agak siang, saya mengira akan sangat meriah seperti desas-desus pasar seni, tetapi keliatannya kurang nih, masih lebih rame OHU (red: Open house unit ITB). Saat itu temen saya bilang kalo pasar seni jauh lebih rame dibandingkan ini (semakin menyesal). Acaranya hanya sekitar kampus Center (peraturan ITB yang baru yang hanya mengizinkan acara tidak lebih dari sekitar kampus center), kurang menggigit sih, coba aja liat ke ITB bagian atas lagi, sepi!! ga keliatan suasana PSBnya. Berkeliling ke stand-stand kebudayaan yang kebanyakan sih dari unit kesenian di ITB, dan saya baru tahu kalo di Indonesia itu ada propinsi baru (maaf), seperti Kutai Barat, dll. Oh, ternyata udah nggak 27 propinsi lagi toh! Ada beberapa stand yang saya incar karena stand tersebut membagi-bagikan makanan daerah secara gratis, itu yang saya suka, gratisan!

    Di tengah stand-stand ada panggung yang dari tadi menyuguhkan tari-tarian daerah, banyak banget yang menonton walaupun hari itu siangnya lumayan panas. Keliatannya sih penari didatangkan langsung dari pusat kebudayaan daerah di TMII (ada tulisan di spanduknya), “mungkin” loh ya!. Berjalan ke kampus center bawah, ternyata disana ada pameran juga. Di sana di pamerkan alat-alat kesenian dari berbagai daerah, seperti senjata-senjata daerah, topeng untuk menari, alat musik, kain adat, dmb (dan masih banyak lagi). Di sini juga saya baru pertama kali melihat senjata daerah khas Jawa Barat, kujang (padahal saya orang Jawa Barat asli). Biasanya saya melihat gambar senjata ini pada karung semen (red: semen kujang), hahaha… Ternyata begini toh bentuknya!

    Saya bilang acara lumayan sukses, walaupun ada beberapa yang kurang. Tapi secara keseluruhan acara lancar, tidak terlihat ada hal yang mengganggu acara tersebut, semisal hujan. Saya salut banget sama panitia, bisa-bisanya nahan hujan yah! padahal ketika lepas siang, langit udah keliatan mendung, dijamin bubar lah kalo hujan turun. Tapi ternyata tidak, padahal di daerah Bandung Selatan saya dengar turun hujan.

    Begitulah gambaran PSB yang diadakan di kampus ITB. Berharap sih kalo warga Indonesia dapat mengenal kebudayaan bangsanya, melestarikannya, dll. Jangan sampai di-claim negara tetangga. Seharusnya hal-hal yang sudah-sudah, menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel