Updates from July, 2012 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Salman Kan 10:37 am on July 11, 2012 Permalink | Reply
    Tags: coding twitter, developer twitter, twitter client   

    Karena Twitter for BlackBerry Itu Terlalu Mainstream 

    Karena Twitter for BlackBerry Itu Terlalu Mainstream

    Hasil kemaren kesasar di https://dev.twitter.com/

     
  • Salman Kan 2:03 am on January 14, 2012 Permalink | Reply  

    Terkena Phising Email Google 

    Beberapa waktu lalu saya dapat email di akun Google, dengan subject email Gmail New Policy. Berikut isi dari email tersebut:

    With the new year policy, all accounts not registered/verified will be suspended by the end of the month. We are sorry for the in conveniences but with the increase in accounts daily, we are trying to serve you better.

    Lalu ada link bertuliskan Verify Account.

    Ketika awal membaca email ini, saya kaget dan cukup paranoid, karena memang pesannya cukup meyakinkan bagi orang yang sedang kaget dan ditambah lagi, beberapa bulan lalu saya sudah kehilangan akun Google utama saya karena dibanned oleh Google. Tapi untungnya saya adalah orang yang lumayan akrab dengan dunia IT, saya bisa agak tenang menghadapi ini, hehe.
    Pertama, saya lihat siapa pengirimnya. Ternyata pengirimnya adalah info@info.net ! Nggak ada unsur Google-nya. Mana ada Google mengirim email resmi dengan email tersebut. Alhamdulillah, hanya phising email.. : D

    Dan saya coba buka link verifikasi akun palsu ini, lalu langsung terbuka halaman login Gmail, namun di address bar tertulis alamat http://photobolha.com.br/site/Login.html, sebuah website Brazil.
    Halamannya tersebut serupa dengan halaman login Gmail. Kalo orang yang nggak tahu dan panik, kemungkinan besar akan langsung saja mengetikan username-nya dan password-nya. Halaman betul-betul serupa, kecuali alamat di address bar saja. Phising memang kejam kawan!

    Pesannya adalah, jika mendapat email-email atau apapun semacam itu, cobalah untuk tenang, dan ingat-ingat kita pernah melakukan apa saja dengan akun tersebut. Lalu coba secara teliti perhatikan, apakah ada kejanggalan atau tidak. Modus phising ini cukup populer dan cukup ampuh. Saya pun pernah melakukannya, dan memang efektif : D

    Banyak jenis modus phising ini, selain email, ada phising website, phising PIN message di Blackberry, phising phone, phising mail, dan lain-lain. Intinya, dalam berinternet, kita harus selalu waspada, terlebih apabila sesuatu yang kita jaga itu sangat berharga atau rahasia.

    *definisiku tentang phising: memalsukan sesuatu yang asli atau resmi dengan yang palsu atau tidak resmi.

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • Salman Kan 6:04 am on December 29, 2011 Permalink | Reply
    Tags: fitur gmail, kelebihan gmail, tips email, trik email   

    Sedikit Tips-Trik Tentang Email 

    Kemarin saya sempat menulis ini di Twitter saya di @ibad_satria, yaitu beberapa hal yang sifatnya trivial mengenai email, khususnya google mail alias gmail.

    1. Email itu tidak case-sensitive alias ga peduli mau nulisnya pake huruf besar atau kecil. Bahkan penulisan gaya ABG pun diperbolehkan. Jadi menulis djoko@yahoo.com dan DJOKO@YAHOO.com atau djOKO@yAhoO.com, akan sama-sama terkirim ke alamat yang sama. Namun saya lebih menyarankan untuk menuliskan alamat email dengan huruf kapital semua, agar tidak terjadi kerancuan.
    2. Khusus di gmail, dimanapun menaruh titik pada alamat email, tidak akan masalah, tetap terkirim ke alamat yang sama kok. Jadi, mengirim ke salman.kan@gmail.com atau ke salmankan@gmail.com, atau bahkan mengirim ke s..al.m.a.n.k.a.n@gmail.com pun tetap terkirim ke alamat yang sama. Tapi saya belum pernah dengar google menjelaskan hal ini. Saya dapat ini dari hasil coba-coba dan mengobrol dengan teman.
    3. Apabila mendaftarkan diri ke sebuah akun, misal mendaftar ke Twitter.com, kita akan diminta mengisi alamat email kita. Namun apabila email kita sudah pernah terdaftar, sistem akan menolak kita menggunakan alamat email tersebut. Namun ada cara mengakalinya. Misal, kita punya alamat email baba@gmail.com, namun ternyata dulu kita pernah mendaftarkan baba@gmail.com itu ke Twitter.com tersebut. Kita bisa tetap menggunakan baba@gmail.com untuk mendaftar lagi, namun dengan sedikit penambahan kata yang dipisahkan oleh tanda plus ‘+’. Contoh: baba+buattwitter@gmail.com. Aku pikir masih bisa.
     
  • Salman Kan 7:23 am on December 27, 2011 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Secuplik Tentang Scala 

    Dipikir-pikir, bahasa pemrograman Scala sudah semakin populer saat ini di Indonesia. Banyak keunggulan dari bahasa dan paradigma Scala ini dibandingkan dengan bahasa dan paradigma pemrograman lain. Paradigma pemrograman ini adalah fungsional. Kelebihan yang bisa dilihat secara langsung dari paradigma fungsional ini adalah line of code bisa jauh lebih sedikit dibandingkan line of code paradigma pemrograman lainnya alias ringkas.

    Contoh:
    Untuk mencari jumlah dari angka 1 sampai 10, dalam Java, kita perlu membuat fungsi sebagai berikut:

    int menjumlahkanDari1Ke10() {
    int val = 0;
    for(int i = 1; i <= 10; i++) {
    val += i;
    }
    return val;
    }

    kurang lebih 7 lines of code.

    Sedangkan di Scala:

    def menjumlahkanDari1Ke10() = (1 to 10).toList.foldLeft(0)(_+_)

    Hmm..Cukup dengan 1 line of code saja.

    Fitur lain yang luar biasa, menurut saya:
    1. Actor, untuk concurency. Yang kelihatannya sudah pasti thread-safe
    2. Trait, padanannya interface class di Java
    3. dll

    Link belajar Scala

    Ok, it’s wrap.

     
    • Salman Kan 4:51 am on December 28, 2011 Permalink | Reply

      Kupikir banyak anak IF ITB termasuk saya yang mempelajari Scala memiliki rasa penyesalan atas pemrograman fungsional ini, kenapa dulu ketika kuliah di tingkat 1, pemrograman fungsional kurang serius : D

  • Salman Kan 7:12 am on December 27, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , foldright,   

    Masalah Fungsi foldRight() di Bahasa Scala 

    Sejak beberapa waktu lalu saya menemukan keanehan di fungsi bawaan Scala, foldRight. Berikut:

    Pertama saya buat list berukuran kecil yang bernama babaPendek:

    var babaPendek = 1 to 10 toList
    babaPendek: List[Int] = List(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10)

    Lalu saya buat list berukuran besar bernama babaPanjang:

    var babaPanjang = 1 to 10000 toList
    babaPanjang: List[Int] = List(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126, 127, 128, 129, 130, 131, 132, 133, 134, 135, 136, 137, 138, 139, 140, 141, 142, 143, 144, 145, 146, 147, 148, 149, 150, 151, 152, 153, 154, 155, 156, 157, 158, 159, 160, 161, 162, 163, 164, 165, 166, 167, 168, 169, 170, 171, 172, 173, 174, 175, ...

    Kita cobakan babaPendek dengan foldLeft:

    babaPendek.foldLeft("ah")(_+_)
    res6: java.lang.String = ah12345678910

    Lalu babaPanjang dengan foldRight:

    babaPendek.foldRight("ah")(_+_)
    res7: java.lang.String = 12345678910ah

    Tidak ada masalah menggunakan fungsi foldLeft dan foldRight pada list babaPendek. Lalu kita cobakan fungsi foldLeft dan foldRight pada list babaPanjang:

    babaPanjang.foldLeft("ah")(_+_)
    res8: java.lang.String = ah12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152535455565758596061626364656667686970717273747576777879808182838485868788899091929394959697989910010110210310410510610710810911011111211311411511611711811912012112212312412512612712812913013113213313413513613713813914014114214314414514614714814915015115215315415515615715815916016116216316416516616716816917017117217317417517617717817918018118218318418518618718818919019119219319419519619719819920020120220320420520620720820921021121221321421521621721821922022122222322422522622722822923023123223323423523623723823924024124224324424524624724824925025125225325425525625725825926026126226326426526626726826927027127227327427527627727827928028128228328428528628728828929029129229...

    Ternyata sukses!

    Lalu foldRight pada list babaPanjang:

    babaPanjang.foldRight("ah")(_+_)
    java.lang.StackOverflowError
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)
    .......................................
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)

    Ternyata foldRight ga bekerja pada list yang berukurang besar, gagal! Nggak tahu kenapa : D

    Solusi dari saya untuk menggantikan fungsi foldRight pada list yang berukuran besar, gunakan:

    babaPanjang.reverse.foldLeft("ah")(_+_)
     
    • Salman Kan 7:30 am on December 27, 2011 Permalink | Reply

      Setelah cari-cari di internet kenapa-kenapanya foldRight bermasalah pada list berukuran besar, ternyata implementasi foldRight menggunakan rekursif, sedangkan foldLeft tidak, alias hanya pakai loop biasa.
      Udah sih, aman pakai reverse.foldLeft untuk menggantikan foldRight

  • Salman Kan 7:52 am on December 13, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Asana, project team management, redmine, software development, task management, teambox   

    Tool Untuk Task Management: Asana 

    Teambox dan Redmine adalah project management tool yang saya sudah cukup akrab dengan mereka. Keduanya merupakan tool yang baik untuk berkoordinasi dengan anggota tim dalam sebuah project. Tapi keterbatasan cukup berakibat pada tim saya. Redmine, project management tool yang simple tapi powerful, ternyata membutuhkan server untuk hosting. Sedangkan Teambox, walau cloud, masih dibatasi oleh maksimal 3 buah project. Sedangkan saya sedang menghadapi lebih dari 3 project : D
    Baru kemarin saya diperkenalkan oleh anggota tim sebuah task management tool, Asana. Dari user interface-nya saja sudah eye-catching. Dan ketika melihat ke dalam, ternyata sangat simple, mudah dimengerti. Dibandingkan dengan tools yang sebelumnya kami gunakan, Asana ini paling nyaman untuk digunakan.
    Dan satu catatan, Asana ini tidak khusus didedikasikan untuk software development project, tapi juga untuk holiday project ataupun arisan project pun pas untuk digunakan, karena sistem navigasinya cukup mudah bagi orang awam sekalipun. Itu menurut saya. Terlebih, saya paling suka dengan fitur comment, mirip Facebook, hehe.
    Sayangnya, untuk aplikasi mobile, Asana belum menyediakan untuk Blackberry.

    Tapi sebenarnya email atau google docs pun bisa kita optimalkan jika hanya sekadar koordinasi yang sederhana.

     
    • kanwil 8:01 am on December 13, 2011 Permalink | Reply

      kekurangan: mesti selalu online

      • Salman Kan 8:07 am on December 13, 2011 Permalink | Reply

        tim gw ada yang di jogja. Makanya online itu udah kewajiban

  • Salman Kan 4:58 pm on November 24, 2011 Permalink | Reply
    Tags: embedded system, finite state machine, quote hardware   

    Apalah Itu FMS 

    Minggu ini saya berkenalan kembali dengan benda asing yang bernama Finite State Machine (FSM). Silahkan cari tau sendiri di internet definisi FSM itu apa. Saya sedang dalam proses bongkar-pasang kode yang hubungannya cukup dekat dengan hardware. Embedded system?
    Seingat saya, dan itu pun kalo kebetulan saya dulu sedang tidak bolos kuliah Otomata dan Teori Bahasa Formal, sistem dengan state machine artinya adalah sistem yang hanya mengizinkan proses terjadi pada 1 state saja pada suatu waktu. Bener ga ya? Mohon beri saya waktu untuk mempelajarinya (lagi).

    Quote Hardware: “bergaul dekatlah engkau dengan hardware(mengkode hardware), maka niscaya kesabaranmu akan semakin meningkat dan derajat engkau akan semakin ditinggikan” ~ salman kan

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • Salman Kan 3:57 am on April 30, 2010 Permalink | Reply
    Tags: mencari identitas di FB, teror di Facebook   

    Stalking the Stalker di FB 

    Bagaimana jika Anda mengalami teror di dunia maya? Apa yang akan Anda lakukan?
    Sebagai contoh, Anda dikirimi message – message yang menggangu oleh si peneror di akun FB Anda, tentu saja sedikit banyak akan mempengaruhi diri Anda. Oleh karena itu kita sepakat bahwa identitas pelaku teror harus disingkap 😉

    Sedikit saran dari saya, antara lain:

    1. Coba lihat identitas apa saja yang ada di dalam akun FB-nya. Syukur – syukur dia secara tidak sengaja menampilkan alamat emailnya. Jika demikian, akan lebih mudah pekerjaan penyingkapan Anda.
    2. Lihat mutual friend di list of friend-nya. Jika ada, silahkan tanyakan saja kepada mutual friend Anda mengenai peneror.
    3. buat akun FB lagi saja, kemudian tambahkkan dia sebagai teman Anda. Siapa tahu jika dia kepada selain Anda akan memberikan informasi – informasinya. Jika penerornya itu adalah pria, Anda buat saja akun FB dan mengaku sebagai wanita. Ajaklah kencan (kalo bisa ya, tapinya :D) 
    4. [untuk expert] Buatlah aplikasi di FB yang kira – kira menarik dirinya, seperti “Aplikasi teror”, atau apalah yang menarik. (walau ga yakin berhasil. haha)
    5. [untuk expert] Jika Anda memiliki web server, simpan saja sebuah file di web server Anda, kemudian link ke setiap postingan – postingan Anda di FB. Jadi setiap orang membuka postingan Anda, file di webserver akan ter-load, dan IP pembuka file tersebut akan tersimpan.  (mungkin tidak cukup ringkas penjelasan poin ini)
    6. Silahkan terus berdoa semoga identitas pelaku dapat cepat terungkap, atau pelaku bertobat, atau Anda menjadi  ikhlas walau terus diteror.

    Itu adalah hanya sedikit saran saja dari saya. Tidak terjamin keefektifitasannya. Semoga berkenan 🙂

     
  • Salman Kan 5:47 am on April 13, 2010 Permalink | Reply
    Tags: FB bandwith, konsumsi bandwith Facebook, tes konsumsi bandwith dengan wireshark   

    Konsumsi Bandwith Facebook 

    Facebook adalah situs web yang sepertinya saat ini paling populer dibuka. Memang saat ini saya tidak memiliki data mengenai rating Facebook sebagai situs web yang paling sering dibuka, namun saya yakin bahwa situs web ini sering sekali dibuka oleh kebanyakan orang, termasuk pegawai kantor. Tahukah Anda bahwa situs ini mengonsumsi bandwith yang besar sekali? Kali ini saya akan memperlihatkan besarnya konsumsi bandwith Facebook dengan menggunakan tool listener jaringan, wireshark

    Penjelasan sedikit: wireshark adalah sebuah software/tool yang dapat digunakan sebagai listener paket yang lewat jaringan kita ataupun komputer kita. Mungkin Anda mengenal program tcpdump. wireshark hampir memiliki fungsi yang mirip dengan tcpdump. Wireshark disediakan untuk beberapa OS (linux, windows, Mac, dll).

    Saya mengecek penggunaan bandwith jaringan untuk membuka Facebook dengan cara memastikan bahwa tidak ada lalulintas data pada komputer, kecuali Facebook yang saya buka pada browser (saya buka http://www.facebook.com, lalu login), dan lalu membuka program wireshark. Singkat kata, hasil yang diperlihatkan oleh wireshark adalah bahwa konsumsi bandwith yang digunakan oleh Facebook untuk load dan proses login adalah sebesar 130662 bytes atau 130 KB. cukup besar! Pantas saja keadaan jaringan LAN di IF suka lelet tiba – tiba, karena jika saya lihat sekeliling, ternyata hampir semua orang di lab IF membuka Facebook di browsernya. Bayangkan jika kita dalam sebuah segment itu load http://www.facebook.com, lalu login bersama – sama. Saya rasa segment LAN/VLAN di tiap lab di IF tidak akan sanggup melayani semua, yang mana setiap segment VLAN biasanya 256Kb dengan user yang berjumlah lebih dari sepuluh orang walaupun dengan kecepatan 100Mbps dengan menggunakan wired. bayangkan 10KB * 20 orang! wow!

    catatan: Saya tidak memperlihatkan cara menggunaka wireshark karena saya rasa user interface pada wireshark sudah cukup baik, sangat user experience. User yang awam pun pasti bisa menggunakannya dalam waktu singkat belajar.

     
  • Salman Kan 9:45 am on March 29, 2010 Permalink | Reply
    Tags: google dan twitter, kelemahan google buzz   

    Google Buzz Menurut Saya 

    Google buzz adalah produk yang boleh dikatakan baru dari google, yang fungsinya mirip – mirip dengan twitter. Kita dapat mengupdate status, dan status kita dapat dibaca oleh para follower kita. Google buzz ini terintegrasi dengan google mail (gmail). Jadi, ketika login ke gmail, otomatis akan login pula ke google buzz. Namun ternyata penggunaan email gmail disatukan dengan nama akun google buzz yang fungsinya mirip dengan twitter nampak – nampaknya kurang tepat. Contoh kasus buruk di google buzz:
    Ketika Anda melakukan update status, para follower Anda akan menerima update status tersebut. Dan ketika salah seorang follower Anda mengomentari status Anda tersebut, maka follower dari follower Anda akan dapat melihat nama akun google buzz Anda, yang mana nama akun google buzz adalah alamat email gmail!
    Menurut saya pribadi, alamat email itu dapat disamakan dengan nomer handphone, ada kalanya Anda terbuka memberitahukan alamat email tersebut kepada orang – orang yang terpercaya, dan ada kalanya Anda akan tertutup kepada orang – orang yang tidak terpercaya atas alamat email Anda, untuk menghindari email spam. Jadi, penggunaan alamat email sebagai nama akun google buzz yang sifatnya sangat terbuka sekali sangat kurang tepat.
    Tetapi saya tidak tahu trend masa depan seperti apa. Apakah tren mendatang adalah alamat email bebas dipublikasikan karena filter spam semakin canggih, atau bagaimana? Sungguh, teknologi yang mengubah budaya!
    Efek yang mungkin terasa akibat penggunaan alamat email sebagai nama akun google buzz adalah akan maraknya para sales – sales kartu kredit dan paran pelaku iklan Viagra akan mengiklankan produknya, memenuhi inbox gmail Anda (haha).

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel