Saya Menimbun BBM lho!

Ribut-ribut isu kenaikan harga BBM bersubsidi akhir bulan maret lalu, saya pun ikut-ikutan seru. Saya sebagai konsumen BBM premium, agak keberatan dengan naiknya harga BBM ini. Karena selain saya mengonsumsi BBM tersebut, saya pasti akan merasakan langsung kenaikan harga barang-barang lain akibat kenaikan harga BBM ini, yang mana akan semakin mencekik orang-orang tak mampu. Apa yang bisa saya lakukan saat itu, selain protes sana-sini di Twitter?
Menjelang tanggal 1 April yang diisukan akan menjadi waktu kenaikan harga BBM tersebut, saya langsung ikut tren, menimbun BBM di rumah : p
Saya minta adik saya untuk mengisi penuh tangki bensin motor, lalu di rumah, BBM premium tersebut dipindahkan ke jerigen. Adik saya pun beberapa kali bulak-balik ke SPBU untuk mengisi penuh tangki bensin motor untuk memenuhi jerigen di rumah, selagi harga baru BBM premium belum diberlakukan.
Yah, emang salah. Tapi sekali-kali saya ingin jadi orang “Indonesia asli” lah. Karena kebutuhan sih. Saya pasti akan disusahkan oleh kenaikan harga BBM tersebut, karena tidak ada alternatif lain dari Pemerintah, semisal pengadaan transportasi masal yang efektif dan representatif, alokasi dana pendidikan yang besar, ataupun kebijakan yang pro rakyat lainnya. “Tahi Ayam lah dengan harga minyak dunia yang semakin mahal. Pejabat korupsi aja didiemin. Pejabat jahat kaya gitu harus masuk neraka”.
Terus terang, kalo diberi alternatif yang pro rakyat, saya pasti akan sangat ikhlas melihat kenaikan harga BBM itu. Tapi kenyataannya, “pelayan rakyat” itu masih kaya raya, di saat kami semakin miskin. Selama keadaannya seperti itu, saya ga akan merasa bersalah menimbun BBM di rumah di akhir bulan April 2012 kemarin : )

Posted with WordPress for BlackBerry.