Rumus Menikah Zaman Sekarang

Rumus berumah tangga:
Mobil: Rp. 150 juta
Rumah: Rp. 350 juta
Resepsi: Rp. 100 juta

Semua ditotalkan menjadi Rp. 600 juta. 600 juta modal untuk berkeluarga. Nah!
Ada banyak pendapat mengenai memulai berumah tangga, khususnya pernikahan. Ada yang berpendapat bahwa punya uang dulu, baru menikah. Ada juga yang berpendapat menikah dulu, nanti rezeki akan semakin berlimpah. Terus terang saya ada di pendapat yang kedua, yaitu tanpa perlu mapan, seseorang sudah bisa menikah, dengan syarat dan ketentuan berlaku (misal: ya, paling tidak sudah punya calon, hehe).
Dalam agama saya, islam, menikah itu adalah kewajiban dari Allah swt. Menurut saya, mana mungkin Tuhan mewajibkan hambanya untuk menikah, namun hanya bertujuan untuk menyulitkan hambanya saja. Saya yakin dari perintah tersebut ada jaminan bahwa Tuhan akan mencukupkan hambanya. Jika mengacu pada rumus berumah tangga di atas, saya pikir baru usia hampir 40 tahun saya baru bisa menikah, sedangkan kewajiban menikah sudah melekat pada saya di usia 20an. Hmm..
Keyakinan saya, menikah itu tidak perlu sudah punya rumah sendiri, tidak perlu sudah punya mobil, dan tidak perlu resepsi yang mewah. Menurut saya, yang penting dalam suatu pernikahan adalah karena Tuhan, lalu yakin dapat menafkahi dan memberikan tempat tinggal untuk berteduh bagi keluarga, dan keyakinannya itu bertanggung jawab, lalu tidak perlu suatu pesta yang besar atau mewah.
Orang-orang seperti saya selalu terantuk di poin mengadakan resepsi. Memang karena adat di Indonesia dan gengsi, sehingga mengadakan resepsi besar seolah-olah telah menjadi sebuah kewajiban. Padahal dalam islam, yang wajib adalah mengadakan akad nikah. Dan sebuah sunnah mengadakan walimatul ursy, dengan mengutamakan memberi makan kepada anak-anak yatim. Saya ingin bahas mengenai walimatul ursy. Sepengetahuan saya, inti dari mengadakan walimatul ursy adalah mengumumkan bahwa sepasang lelaki dan perempuan telah sah menjadi sepasang suami-istri, dan melakukan syukuran. Apa orang zaman sekarang kurang kreatif sehingga menerjemahankan walimatul ursy menjadi mengadakan resepsi besar di gedung, mengundang hampir 1000 orang, dan menghabiskan uang hampir ratusan juta, tapi mengharapkan amplop dari tamu. Padahal mengadakan pengumuman zaman sekarang lebih efektif melalui cara lain, misal jejaring sosial, sms, telepon, dll. Dan untuk syukuran, bisa mengadakan potong tumpeng, mengundang sebuah panti asuhan, atau apa pun yang lebih banyak manfaanya dan jauh lebih ringan biayanya, sehingga rumus berumah tangga di atas menjadi ketinggalan zaman. : D

Posted with WordPress for BlackBerry.