Mengapa Harus Merendahkan Diri Sendiri?

Saya sering heran mengapa di akhir surat atau email ada kata-kata “wassalam yang lemah”. Alih-alih memberi penghormatan kepada si penerima, malah jadi terdengar negatif. Saya paham, mungkin maksudnya si penulis adalah “tidak ada kekuatan melainkan dari Tuhan”. Tapi saya pikir ada cara lain untuk menunjukan kebesaran Tuhan dibandingkan merendahkan diri sendiri seperti itu.
Hal lainnya adalah, saya sering bertemu dengan orang yang sangat mengandalkan orang lain. Kesannya dia tidak bisa hidup mandiri. Sebagai contoh, seseorang sangat mudah sekali menanyakan suatu hal kepada orang lain, padahal hal tersebut bisa dia cari tahu sendiri. Ketika kita menolak untuk memberikan bantuan, karena kita sedang sibuk atau kita ingin membuat dia mandiri, orang tersebut malah menganggap kita pelit atau orang tersebut beralasan kalo dirinya belum pernah tahu hal tersebut. Atau hal ini, hal yang paling membuat saya sering kesal, ketika seseorang tersebut membawa-bawa gender, misal, “gua kan cewe, lu cowo. harusnya bisa bantu cewe dong”, atau “gua kan cowo, mana tahu hal begituan”. Menurut saya, ada lah batasan di mana hal tersebut masih dianggap wajar.