Updates from December, 2011 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Salman Kan 6:04 am on December 29, 2011 Permalink | Reply
    Tags: fitur gmail, kelebihan gmail, tips email, trik email   

    Sedikit Tips-Trik Tentang Email 

    Kemarin saya sempat menulis ini di Twitter saya di @ibad_satria, yaitu beberapa hal yang sifatnya trivial mengenai email, khususnya google mail alias gmail.

    1. Email itu tidak case-sensitive alias ga peduli mau nulisnya pake huruf besar atau kecil. Bahkan penulisan gaya ABG pun diperbolehkan. Jadi menulis djoko@yahoo.com dan DJOKO@YAHOO.com atau djOKO@yAhoO.com, akan sama-sama terkirim ke alamat yang sama. Namun saya lebih menyarankan untuk menuliskan alamat email dengan huruf kapital semua, agar tidak terjadi kerancuan.
    2. Khusus di gmail, dimanapun menaruh titik pada alamat email, tidak akan masalah, tetap terkirim ke alamat yang sama kok. Jadi, mengirim ke salman.kan@gmail.com atau ke salmankan@gmail.com, atau bahkan mengirim ke s..al.m.a.n.k.a.n@gmail.com pun tetap terkirim ke alamat yang sama. Tapi saya belum pernah dengar google menjelaskan hal ini. Saya dapat ini dari hasil coba-coba dan mengobrol dengan teman.
    3. Apabila mendaftarkan diri ke sebuah akun, misal mendaftar ke Twitter.com, kita akan diminta mengisi alamat email kita. Namun apabila email kita sudah pernah terdaftar, sistem akan menolak kita menggunakan alamat email tersebut. Namun ada cara mengakalinya. Misal, kita punya alamat email baba@gmail.com, namun ternyata dulu kita pernah mendaftarkan baba@gmail.com itu ke Twitter.com tersebut. Kita bisa tetap menggunakan baba@gmail.com untuk mendaftar lagi, namun dengan sedikit penambahan kata yang dipisahkan oleh tanda plus ‘+’. Contoh: baba+buattwitter@gmail.com. Aku pikir masih bisa.
    Advertisements
     
  • Salman Kan 4:50 pm on December 28, 2011 Permalink | Reply
    Tags: multitasking pada pria   

    Pria dan Multitasking 

    Entah mitos atau bukan yang mengatakan pria tidak bisa multitasking, dan wanitalah satu-satunya yang bisa melakukannya. Saya kurang setuju, karena alasannya kurang kuat bagi saya.
    Saya seorang pria yang sering melakukan antara lain: memasak sarapan, mencuci pakaian, menyapu lantai, dan mencuci motor dalam waktu bersamaan, dan semua beres dalam waktu kurang lebih 15 menit. Ditambah saya tetap kerja dengan komputer saya di lantai 2. Semua bisa saya lewati bersamaan, walau mungkin hasil pekerjaan akan lebih optimal jika dilakukan satu demi satu, tanpa pararel. Tapi kan baru mungkin.
    Sama halnya dengan kesibukan saya yang lainnya sekarang. Saya sebagai karyawan, tetap mengerjakan proyek sampingan, lalu menjadi ketua di 2 buah lembaga, lalu memimpin sebuah kepanitiaan. Memang diakui, terasa sekali beberapa hasil yang didapat di bawah harapan, tapi ini menunjukan ternyata pria bisa kok multitasking.
    Bisa jadi “bisa karena biasa dan akan makin bisa” ini saya dapat dari didikan di kuliah dulu di institut tugas banyak : D

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
  • Salman Kan 5:12 am on December 28, 2011 Permalink | Reply
    Tags: wassalam yang lemah   

    Mengapa Harus Merendahkan Diri Sendiri? 

    Saya sering heran mengapa di akhir surat atau email ada kata-kata “wassalam yang lemah”. Alih-alih memberi penghormatan kepada si penerima, malah jadi terdengar negatif. Saya paham, mungkin maksudnya si penulis adalah “tidak ada kekuatan melainkan dari Tuhan”. Tapi saya pikir ada cara lain untuk menunjukan kebesaran Tuhan dibandingkan merendahkan diri sendiri seperti itu.
    Hal lainnya adalah, saya sering bertemu dengan orang yang sangat mengandalkan orang lain. Kesannya dia tidak bisa hidup mandiri. Sebagai contoh, seseorang sangat mudah sekali menanyakan suatu hal kepada orang lain, padahal hal tersebut bisa dia cari tahu sendiri. Ketika kita menolak untuk memberikan bantuan, karena kita sedang sibuk atau kita ingin membuat dia mandiri, orang tersebut malah menganggap kita pelit atau orang tersebut beralasan kalo dirinya belum pernah tahu hal tersebut. Atau hal ini, hal yang paling membuat saya sering kesal, ketika seseorang tersebut membawa-bawa gender, misal, “gua kan cewe, lu cowo. harusnya bisa bantu cewe dong”, atau “gua kan cowo, mana tahu hal begituan”. Menurut saya, ada lah batasan di mana hal tersebut masih dianggap wajar.

     
  • Salman Kan 7:23 am on December 27, 2011 Permalink | Reply
    Tags: ,   

    Secuplik Tentang Scala 

    Dipikir-pikir, bahasa pemrograman Scala sudah semakin populer saat ini di Indonesia. Banyak keunggulan dari bahasa dan paradigma Scala ini dibandingkan dengan bahasa dan paradigma pemrograman lain. Paradigma pemrograman ini adalah fungsional. Kelebihan yang bisa dilihat secara langsung dari paradigma fungsional ini adalah line of code bisa jauh lebih sedikit dibandingkan line of code paradigma pemrograman lainnya alias ringkas.

    Contoh:
    Untuk mencari jumlah dari angka 1 sampai 10, dalam Java, kita perlu membuat fungsi sebagai berikut:

    int menjumlahkanDari1Ke10() {
    int val = 0;
    for(int i = 1; i <= 10; i++) {
    val += i;
    }
    return val;
    }

    kurang lebih 7 lines of code.

    Sedangkan di Scala:

    def menjumlahkanDari1Ke10() = (1 to 10).toList.foldLeft(0)(_+_)

    Hmm..Cukup dengan 1 line of code saja.

    Fitur lain yang luar biasa, menurut saya:
    1. Actor, untuk concurency. Yang kelihatannya sudah pasti thread-safe
    2. Trait, padanannya interface class di Java
    3. dll

    Link belajar Scala

    Ok, it’s wrap.

     
    • Salman Kan 4:51 am on December 28, 2011 Permalink | Reply

      Kupikir banyak anak IF ITB termasuk saya yang mempelajari Scala memiliki rasa penyesalan atas pemrograman fungsional ini, kenapa dulu ketika kuliah di tingkat 1, pemrograman fungsional kurang serius : D

  • Salman Kan 7:12 am on December 27, 2011 Permalink | Reply
    Tags: , foldright,   

    Masalah Fungsi foldRight() di Bahasa Scala 

    Sejak beberapa waktu lalu saya menemukan keanehan di fungsi bawaan Scala, foldRight. Berikut:

    Pertama saya buat list berukuran kecil yang bernama babaPendek:

    var babaPendek = 1 to 10 toList
    babaPendek: List[Int] = List(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10)

    Lalu saya buat list berukuran besar bernama babaPanjang:

    var babaPanjang = 1 to 10000 toList
    babaPanjang: List[Int] = List(1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 42, 43, 44, 45, 46, 47, 48, 49, 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, 57, 58, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97, 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106, 107, 108, 109, 110, 111, 112, 113, 114, 115, 116, 117, 118, 119, 120, 121, 122, 123, 124, 125, 126, 127, 128, 129, 130, 131, 132, 133, 134, 135, 136, 137, 138, 139, 140, 141, 142, 143, 144, 145, 146, 147, 148, 149, 150, 151, 152, 153, 154, 155, 156, 157, 158, 159, 160, 161, 162, 163, 164, 165, 166, 167, 168, 169, 170, 171, 172, 173, 174, 175, ...

    Kita cobakan babaPendek dengan foldLeft:

    babaPendek.foldLeft("ah")(_+_)
    res6: java.lang.String = ah12345678910

    Lalu babaPanjang dengan foldRight:

    babaPendek.foldRight("ah")(_+_)
    res7: java.lang.String = 12345678910ah

    Tidak ada masalah menggunakan fungsi foldLeft dan foldRight pada list babaPendek. Lalu kita cobakan fungsi foldLeft dan foldRight pada list babaPanjang:

    babaPanjang.foldLeft("ah")(_+_)
    res8: java.lang.String = ah12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637383940414243444546474849505152535455565758596061626364656667686970717273747576777879808182838485868788899091929394959697989910010110210310410510610710810911011111211311411511611711811912012112212312412512612712812913013113213313413513613713813914014114214314414514614714814915015115215315415515615715815916016116216316416516616716816917017117217317417517617717817918018118218318418518618718818919019119219319419519619719819920020120220320420520620720820921021121221321421521621721821922022122222322422522622722822923023123223323423523623723823924024124224324424524624724824925025125225325425525625725825926026126226326426526626726826927027127227327427527627727827928028128228328428528628728828929029129229...

    Ternyata sukses!

    Lalu foldRight pada list babaPanjang:

    babaPanjang.foldRight("ah")(_+_)
    java.lang.StackOverflowError
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)
    .......................................
    at scala.collection.immutable.List.foldRight(List.scala:45)
    at scala.collection.LinearSeqOptimized$class.foldRight(LinearSeqOptimized.scala:120)

    Ternyata foldRight ga bekerja pada list yang berukurang besar, gagal! Nggak tahu kenapa : D

    Solusi dari saya untuk menggantikan fungsi foldRight pada list yang berukuran besar, gunakan:

    babaPanjang.reverse.foldLeft("ah")(_+_)
     
    • Salman Kan 7:30 am on December 27, 2011 Permalink | Reply

      Setelah cari-cari di internet kenapa-kenapanya foldRight bermasalah pada list berukuran besar, ternyata implementasi foldRight menggunakan rekursif, sedangkan foldLeft tidak, alias hanya pakai loop biasa.
      Udah sih, aman pakai reverse.foldLeft untuk menggantikan foldRight

  • Salman Kan 7:52 am on December 13, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Asana, project team management, redmine, software development, task management, teambox   

    Tool Untuk Task Management: Asana 

    Teambox dan Redmine adalah project management tool yang saya sudah cukup akrab dengan mereka. Keduanya merupakan tool yang baik untuk berkoordinasi dengan anggota tim dalam sebuah project. Tapi keterbatasan cukup berakibat pada tim saya. Redmine, project management tool yang simple tapi powerful, ternyata membutuhkan server untuk hosting. Sedangkan Teambox, walau cloud, masih dibatasi oleh maksimal 3 buah project. Sedangkan saya sedang menghadapi lebih dari 3 project : D
    Baru kemarin saya diperkenalkan oleh anggota tim sebuah task management tool, Asana. Dari user interface-nya saja sudah eye-catching. Dan ketika melihat ke dalam, ternyata sangat simple, mudah dimengerti. Dibandingkan dengan tools yang sebelumnya kami gunakan, Asana ini paling nyaman untuk digunakan.
    Dan satu catatan, Asana ini tidak khusus didedikasikan untuk software development project, tapi juga untuk holiday project ataupun arisan project pun pas untuk digunakan, karena sistem navigasinya cukup mudah bagi orang awam sekalipun. Itu menurut saya. Terlebih, saya paling suka dengan fitur comment, mirip Facebook, hehe.
    Sayangnya, untuk aplikasi mobile, Asana belum menyediakan untuk Blackberry.

    Tapi sebenarnya email atau google docs pun bisa kita optimalkan jika hanya sekadar koordinasi yang sederhana.

     
    • kanwil 8:01 am on December 13, 2011 Permalink | Reply

      kekurangan: mesti selalu online

      • Salman Kan 8:07 am on December 13, 2011 Permalink | Reply

        tim gw ada yang di jogja. Makanya online itu udah kewajiban

  • Salman Kan 5:05 am on December 13, 2011 Permalink | Reply
    Tags: jalanan kota bandung, kecelakaan akibat jalan berlubang, kecelakaan akibat jalan rusak   

    Obrolan Lain Tentang Jalanan Kota Bandung 

    Jangan kan teman-teman saya yang dari luar kota yang mudah tersesat di jalanan kota Bandung, saya pun yang sudah lama tinggal di kota ini masih suka tersesat di padatnya kota ini. Hal yang mungkin menjadi penyebabnya kira-kira karena jalan-jalan di Bandung yang tidak begitu lebar disatuarahkan oleh pihak berwajib. Jadi, “apabila pergi lewat sini, pulangnya ga boleh lewat sini ya, harus lewat sana..”.

    Selain itu menurut saya ada hal yang juga tak kalah menyebabkan ketersesatan. Antara lain, pengemudi, khususnya pengemudi sepeda motor, tidak bisa fokus memperhatikan marka/penunjuk jalan yang sudah disediakan karena pengemudi harus fokus melihat jalanan aspal kota Bandung yang penuh lubang, harus dihindari!

    Ternyata selain menyebabkan seseorang tersesat, jalanan hancur kota Bandung ini pun membuat seorang pengendara kena tilang oleh polisi karena tidak memperhatikan rambu-rambu yang ada (di atas). Hmm…

    Terlebih, apabila kita membaca koran-koran lokal, seperti Tribun Jabar, banyak juga berita mengenai pengemudi sepeda motor yang meninggal akibat kecelakaan karena jalan berlubang. “Pak Polisi, Pak Dada, kami sudah pakai helm standar nasional Indonesia nih, kok masih juga bisa meninggal akibat kecelakaan sih?”. Plis jangan berargumen kalo meninggal saat kecelakaan itu bisa terjadi akibat trauma selain di kepala saja, karena itu ga berkaitan dengan apa yang saya maksud, atau pun jangan berargumen kalo meninggal itu sudah takdir.

    Hmm.. Saya berpendirian bahwa takdir itu bisa diubah, atau takdir itu banyak jalurnya, tergantung apa yang kita usahakan hari ini.  Jadi, hal kongkrit apakah yang bisa kita lakukan?

     
  • Salman Kan 4:15 am on December 2, 2011 Permalink | Reply
    Tags: Indonesia rule the world, kekayaan indonesia   

    Catatan Motivasi. Great Indonesia 

    Sumbernya dari group BB, tapi semoga bisa memotivasi kita untuk berbangsa yang besar.

    Smg kisah Ini dpt memotivasi.
    Suatu pagi, kami menjemput seseorang klien di bandara. Org itu sdh tua, kisaran 60 thn. Si Bapak adalah pengusaha asal Singapura, dgn logat bicara gaya melayu & english, beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata,”Ur country is so rich!” Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu. “Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia, “lanjutnya. “Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world.” “Mudah saja,Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can’t be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan. Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras. Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat. Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?Ya,bener2 panik. Sangat terasa,we are nothing.Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,tekstil,produk2 dr pabrik2 milik anak bangsa.Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!! Tks

    Posted with WordPress for BlackBerry.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel