Catatan Dari Long Weekend Kemarin

Selamat bagi yang merayakan long weekend kemarin. Semoga hari Anda menyenangkan😀
Nampak – nampaknya hari paskah yang bertepatan dengan hari jumat, bukan saja merupakan kebahagiaan bagi umat nasrani, tetapi juga bagi yang tidak merayakannya. Hari jumat, sabtu, dan minggu libur. What a long weekend.. Kebetulan ppmkai dan pengurus daerah bandung timur memiliki agenda yang sama, yaitu mengunjungi majlis yang kurang terperhatikan, majlis pangalengan. Wow, dengar pangalengan, saya langsung antusias. Saya sebagai agen ganda, sebagai staf ppmkai (agak mangkir), dan juga sebagai staf pengurus daerah mkai bandung timur tidak menolak untuk ikut kunjungan tersebut. Teman – teman pengurus daerah melakukan kunjungan ke pelosok tersebut dengan menggunakan sepeda motor (motor), sedangkan ppmkai dengan mobil. Saya yang memang dasarnya manusia oportunis, memilih naik mobil saja karena membayangkan beratnya medan yang akan ditempuh di perjalanan. Nyamannya jadi penumpang mobil, bisa tidur..
Sesampainya di daerah banjaran, sekitar 25 KM dari lokasi tujuan, kami sempat beristirahat. Nampak – nampaknya memang roda kehidupan itu berputar, salah satu pengurus daerah yang mengendarai motor Tiger, cedera kaki. Mau ga mau, saya sebagai orang yang bisa mengendarai motor berkopling ditunjuk untuk jadi pengendara motor. Selamat tinggal mobil…
Medan jalan dari Banjaran ke Pangalengan lumayan nyaman, keadaan jalan relatif mulus, walaupun berkelok – kelok. lumayan juga nyetir Tiger belok – belok begitu dengan kecepatan tinggi (masa naek Tiger pelan2, kan malu ya.. :D). Alhamdulillah, sampai majlis pangalengan dengan selamat dan waktu hampir masuk waktu solat jumat. Seusai solat jumat, kami ppmkai dan pengurus daerah mengajak para “pribumi” untuk ramah-tamah, sharing, dan curhat. Alhamdulillah, mereka welcome sekali..
Seusai acara tersebut sekitar jam 2, kami para turis foto – foto untuk kenang – kenangan. Lokasi majlis Pangalengan di kelilingi oleh kebun teh, layaknya di Swiss😀 dan suasana mendukung sekali, kabut turun, suhu rendah, walaupun itu jam dua siang.
Perjalanan dilanjutkan kembali, menuju majlis Pinggirsari di daerah Arjasari, Banjaran. Ketika di perjalanan, kami tergoda oleh danau di sepanjang jalan yang kami lewati. Kami para motoris secara spontan “mangkir” dari rombongan, belok ke pintu masuk danau wisata tersebut, namanya Situ Cileunca. Singkat kata, kami berfoto – foto, dan mendayung perahu dengan jarak yang jauh sekali. unforgetabble moment, i’m sure…
Tiba di Pinggirsari bertepatan dengan adzan magribh, solatlah kita, dan lalu makanlah kita😀.
Seusai makan, kami berpisah satu sama lainnnya, hendak kembali ke rumah masing – masing. Saya di sini kebingungan, akan berperan sebagai pengurus daerah atau ppmkai. kalau jadi pengurus daerah, agenda kunjungan sudah berakhir, bisa kembali ke rumah, namun kalau berperan sebagai ppmkai, saya harus ikut tur kunjungan ini hingga besok, dan dilanjutkan rapat di Parung, Bogor. Namun, ternyata fisik saya mengatakan bahwa saya harus pulang saja, kepala sakit dan perut mual (kata Kang Dien PPMKAI mah, saya mungkin hamil:D). Alhasil, saya pun pulang, namun dengan perasaan bersalah. Nggak enak juga sama ppmkai lainnya, saya mangkir gini, ga ikut lanjutan tur. Perasaan bersalah ini belum hilang hingga sekarang. Tapi, walaupun berakhir dengan perasaan bersalah yang tidak mengenakan ini, saya mendapatkan kesenangan di kunjungan kali ini. Yaa.. walaupun kesenangan kurang relevan dengan kunjungan pengurus mkai!