Updates from December, 2007 Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • Salman Kan 12:16 am on December 26, 2007 Permalink | Reply
    Tags: kesibukan   

    Seorang Mahasiswa IF.. 

    Makin kesini saya semakin malas saja untuk berkumpul keluarga besar. Ini bermula ketika keluarga besar saya dari mulai generasi buyut dari ibu saya berkumpul kembali setelah sekian lama tidak berkumpul. Setelah perjuangan keras dari beberapa orang untuk mengumpulkan semuanya dalam satu waktu, keluarga kami pun dapat berkumpul, walaupun tidak semua dapat hadir, saya pun tidak dapat hadir pada saat itu. Pada saat itu mereka berkumpul, saling silaturahmi, bahkan saling memperkenalkan diri mereka kembali, maklum saja, banyak diantara mereka yang tidak mengenal satu sama lainnya. Saat itu mereka sempat membicarakan rencana pertemuan selanjutnya, dari situlah muncul gagasan untuk membentuk suatu kepanitiaan yang bertanggung jawab menangani pertemuan selanjutnya. Hari itu juga terbentuk suatu kepengurusan yang betugas untuk mengurusi pertemuan-pertemuan keluarga, dari mulai acara hingga undangan, dan mereka dituntut untuk mendatangkan sebanyak-banyaknya anggota keluarga besar kami. kepengurusan itu dinamakan ‘paguyuban’. Saya tidak begitu mengerti arti dari kata paguyuban tersebut, tapi, sudahlah!!. Kebetulan yang menjadi ketua paguyuban tersebut adalah kakak langung dari ibu saya. Saya memanggil dia ‘Ua’. Ketika kesempatan dia datang ke rumah saya, Ua saya itu menawarkan sebuah kerjaan kepada saya yaitu membuat sebuah program komputer, spesifikasi: database semua anggota keluarga besar. Ternyata itu untuk kepentingan paguyuban toh! Dari situ saya bingung apa yang harus saya buat, saya memang kuliah teknik informatika yang bergelut di dunia beginian, tetapi saya masih kuliah tingkat segini, mana sering bolos kuliah lagi! Saat itu sih saya berkata “ya udah, Ibad coba deh!”, lalu dia berkata lagi, “Nanti Ua kasih fotocopy-an kartu-kartu keluarganya”. Kartu keluarganya untuk entry datanya.

    Seminggu, sebulan, dua bulan berlalu sejak saya ditugasi tugas tersebut, tetapi belum jadi apa-apa, hehehe… Walaupun sebenarnya sudah sih muncul idenya. Kalo ingat tentang tugas tersebut saya jadi malas kalo diajak untuk kumpul keluarga, maklum lah, orang punya utang (begini ternyata rasanya kalo dikejar-kejar utang). Mudah-mudahan lah pekerjaan ini sudah selesai pada saat program ini diperlukan, amin, mudah-mudahan ini bisa menjadi pengalaman berguna bagi saya sebelum saya terjun dan menciptakan sebuah program komputer yang sesungguhnya di dunia informatika, amin, mudah-mudahan amal dan ibadah saya diterima.
    Amin

     
  • Salman Kan 12:11 am on December 26, 2007 Permalink | Reply
    Tags: naila, persahabatan   

    Friends Are Like Ballons? 

    Saya pernah menerima sms dari seseorang yang berisi,
    “FRIEND
    Are like ballons
    Once U let them
    go, U can’t ever
    bring them
    back..
    Thats why I’ll tie
    U tight to my HEART..
    Cuz U’re too
    PRECIOUS
    Loose..”

    Walaupun saya sudah agak lama mendapatkan sms tersebut, tetapi isi sms itu masih menjadi pikiran saya. Kalo saya terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, lancar sekali saya terjemahkan tiap katanya secara harfiah, tetapi apa sih artinya! kalo mengingat isi sms tersebut saya sering merasa salah. Begini.. Saya sejak dulu saya sudah memiliki teman. Teman sekolah, teman anak tetangga, teman nggak sengaja kenalan, dan masih banyak sekali teman-teman lainnya yang saya dapatkan. Bahkan beberapa menjadi teman dekat. Teman dekat yang selalu baik, teman dekat yang memiliki kebiasaan jahil yang sama, teman dekat yang enak untuk diajak mengobrol. Tetapi saya tidak memiliki teman dekat yang awet. Dari dulu saya hanya memiliki teman dekat waktu SD, teman dekat waktu SMP, SMA, dan teman dekat waktu kuliah mungkin! ketika menginjak SMP saya tidak menjaga kontak dengan teman-teman waktu SD, juga dengan teman dekatnya. Juga waktu saya lulus SMP, saya tidak menjaga kontak dengan teman-teman SMP lagi. Kebiasaan saya memang! saya begitu mudah melupakan teman (walaupun tidak se-ekstreem itu!), saya malas untuk menjaga silaturahmi. Saya selalu merasa kalo teman itu adalah hanya teman yang berada di sekitar kita saja. Yang sudah jauh tidak saya pikirkan lagi.

    Mungkin itu kebiasaan saya dahulu, mungkin hal-hal itu sudah berubah. Saya sudah mulai mencoba menghilangkan kelakuan saya yang bisa dibilang ‘buruk’ itu. Saya mulai mencari kontak teman-teman saya yang dulu. Lewat media friendster, bertanya kesana-sini, dll. Bahkan beberapa orang ada yang mulai sering chating dengan saya. Ternyata mengobrol kembali dengan teman lama itu menyenangkan, menjadi teringat kenangan-kenangan dulu.

    Ternyata kata-kata “Once U let them go, U can’t ever bring them back..” itu kurang tepat. Kalo kita mulai menyadari kesalahan yang telah kita perbuat sekarang, sekarang juga segera perbaiki. Saya sangat percaya kata-kata “tidak ada kata terlambat”. Tetapi alangkah sangat baiknya kalo kita sampai tidak melakukan kesalahan. Tidak melakukan kesalahan berarti tidak meninggalkan bekas keburukan sedikitpun.

     
  • Salman Kan 12:09 am on December 26, 2007 Permalink | Reply
    Tags: acara besar,   

    Pameran Seni PSB 

    Di ITB kemarin, sabtu 22 Desember diadakan acara empat tahunan sekali, yaitu PSB atau yang lebih singkatanya disebut “Pameran Seni dan Budaya”. Acara ini memang rutin diadakan empat tahunan oleh KM ITB . Saya kemarin semangat sekali untuk datang karena penasaran dengan acara tersebut, masalahnya empat tahun sekali sih! Saya pernah menyesal karena setahun yang lalu di ITB diadakan acara pasar seni, dan saya tidak datang, padahal menurut sumber temen-temen yang terpercaya, cara itu luar biasa rame, dan acara itu adalah acara empat tahunan, malah utuk selanjutnya akan diadakan lima tahun sekali mulai dari sekarang. Sumpah nyesel banget! Udah keburu bawa anak atuh kalo nunggu lima tahun lagi.

    PSB saya datang agak siang, saya mengira akan sangat meriah seperti desas-desus pasar seni, tetapi keliatannya kurang nih, masih lebih rame OHU (red: Open house unit ITB). Saat itu temen saya bilang kalo pasar seni jauh lebih rame dibandingkan ini (semakin menyesal). Acaranya hanya sekitar kampus Center (peraturan ITB yang baru yang hanya mengizinkan acara tidak lebih dari sekitar kampus center), kurang menggigit sih, coba aja liat ke ITB bagian atas lagi, sepi!! ga keliatan suasana PSBnya. Berkeliling ke stand-stand kebudayaan yang kebanyakan sih dari unit kesenian di ITB, dan saya baru tahu kalo di Indonesia itu ada propinsi baru (maaf), seperti Kutai Barat, dll. Oh, ternyata udah nggak 27 propinsi lagi toh! Ada beberapa stand yang saya incar karena stand tersebut membagi-bagikan makanan daerah secara gratis, itu yang saya suka, gratisan!

    Di tengah stand-stand ada panggung yang dari tadi menyuguhkan tari-tarian daerah, banyak banget yang menonton walaupun hari itu siangnya lumayan panas. Keliatannya sih penari didatangkan langsung dari pusat kebudayaan daerah di TMII (ada tulisan di spanduknya), “mungkin” loh ya!. Berjalan ke kampus center bawah, ternyata disana ada pameran juga. Di sana di pamerkan alat-alat kesenian dari berbagai daerah, seperti senjata-senjata daerah, topeng untuk menari, alat musik, kain adat, dmb (dan masih banyak lagi). Di sini juga saya baru pertama kali melihat senjata daerah khas Jawa Barat, kujang (padahal saya orang Jawa Barat asli). Biasanya saya melihat gambar senjata ini pada karung semen (red: semen kujang), hahaha… Ternyata begini toh bentuknya!

    Saya bilang acara lumayan sukses, walaupun ada beberapa yang kurang. Tapi secara keseluruhan acara lancar, tidak terlihat ada hal yang mengganggu acara tersebut, semisal hujan. Saya salut banget sama panitia, bisa-bisanya nahan hujan yah! padahal ketika lepas siang, langit udah keliatan mendung, dijamin bubar lah kalo hujan turun. Tapi ternyata tidak, padahal di daerah Bandung Selatan saya dengar turun hujan.

    Begitulah gambaran PSB yang diadakan di kampus ITB. Berharap sih kalo warga Indonesia dapat mengenal kebudayaan bangsanya, melestarikannya, dll. Jangan sampai di-claim negara tetangga. Seharusnya hal-hal yang sudah-sudah, menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa Indonesia.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel